Saturday, July 26, 2014

Namamu


lalu aku terbang kesana
menyobek putihnya awan
dan pada langit
kuukir sejelasnya namamu
dengan warna-warna pelangi
biar dunia tahu
kau sedang memenuhi pikiranku
Lalu kugambar muramnya mukaku
pada pelangi

Dan ketika pelangi di hatimu mulai suram . . .
kemana kau akan mengadu??
ternyata kau datang padaku
dan dengan menangis kau peluk aku
begitu erat . .
Hingga aku tak bisa bernafas
di antara wanginya baumu
Lalu aku mati.
lalu kukira engkau terus menyusulku
Tapi ternyata tidak .
Kau tertawa terbahak-bahak
dan pada mayatku kau ludahkan dahak
Aku tersentak!
jiwaku menolak!
dan darahku bergejolak
sehingga hidup aku

Dan sedang mendidihnya darahku
kupeluk kamu
hingga kepanasan
Dan dalam pelukku kamu menggeliat
Aku tak peduli lagi !

Dan begitu kamu mati
aku juga pergi.
Lalu kukira kita bisa bersama
tapi Tidak!!
Kita tetap berjarak!!!

No comments:

Post a Comment